Hidupku adalah tulisanku, aku bukan berarti aku dan kamu bukan berarti kamu. selamat membaca!

Senin, 06 Mei 2013

Terimakasih.

"Mam, ini gina" kamu menjulurkan tanganku sambil memperkenalkan aku kepada orang tuamu dan keluargamu, semuanya masih jelas teringat. Tapi kamu harus tau, yang aku ingat sekarang bukan 'kenangan' yang pernah 'kita' rajut, tapi 'persahabatan' indah yang tak pernah aku lupakan, begitupun kamu.

Aku dan kamu sudah berbeda, aku yang dulu kamu kenal, bukanlah aku yang sekarang dan begitu pula kamu, iya bukan? kamu sudah memberi pelajaran banyak yang membuat semuanya jadi berbeda. Terimakasih, itu yang hanya aku ingin ucapkan.

Setiap orang mempunyai waktu, dimana dia bosan dengan segala yang dia lakukan, dimana dia lelah akan berharap, dan dimana ia jenuh dengan cacian. Kali ini aku rasakan, aku bosan dengan terus menerus menyesali kepergianmu, aku lelah akan terus berharap akan sosokmu yang hanya bayangan semu. dan aku jenuh dengan cacian orang-orang yang selalu menganggapku lemah.

Kini kamu pergi, bukan kamu lagi sekarang. Kini aku dan kamu mulai pergi, pergi dari kenangan yang pernah kita lewati bersama, pergi dari masa-masa yang dulu sangat sulit untuk aku lepaskan. kita punya jalan masing-masing sekarang, dan hidup sendiri-sendiri. Aku dan kamu hanyalah teman, yang tak perlu dipermasalahkan.

Terimakasih untuk segalanya, persahabatan yang begitu indah. Dan terimakasih juga, berkat kamu aku belajar mcnintai, disakiti, melupakan, dilupakan dan move on! Berbahagialah, terimakasih :-)

temanmu,
gina rahmasari

Sabtu, 20 April 2013

sampai kapan.....

seperti biasa, ketika mulut ini sudah tidak sanggup mengungkapkan dengan celotehan-celotehan halus lewat lisan, tinggal jari ini yang menafsirkan apa yang selama ini hati bicarakan..

Semua cerita indah, dan kenangan manis sedikit demi sedikit sudah mulai kusam, dan aku tetap menanti. Ini sudah terlalu lama, tapi aku tetap menanti. entah apa hasil dari penantianku ini. Apa arti dari penantian sesungguhnya? apa yang aku nanti? kepastian? siapakah aku ini? apakah yang aku nanti? kamu kembali? alasan kuat apakah yang bisa membuat kamu kembali lagi? semuanya tidak masuk akal, tapi inilah hati.

Sampai kapan aku harus terus menahan semuanya? sampai kapan aku menanti semua omong kosong kamu? sampai kapan aku lelah akan kamu? sampai kapan?

Mulut ini sudah tidak bisa mengungkapkan dengan frasa-frasa kata yang dipermanis dengan bumbu melalui lisan, jari ini sudah tak sanggup menuliskan apa yang hati ingin bicarakan, mata ini sudah terlalu perih untuk mengeluarkan butiran-butiran air mata yang setiap malam membasahi pipi ini, kaki ini sudah lelah melangkah mengejar kemana kamu pergi. tapi, aku tetap menanti, walau hanya dengan terdiam.

"kejar, kejar sampai kamu lelah" Seringkali Ibuku mengucapkan kata-kata yang membuat aku yakin, bahwa banyak yang jauh lebih terhianati disana.

Masa lalu, masa yang tak pernah aku harapkan untuk selalu aku ingat, tapi beginilah kenyataan masa yang selalu menghantui mimpi indahku, dan pagi cerahku. masa yang selalu aku rindukan, dimana semuanya berjalan dengan baik-baik saja.

Kemana kamu yang selalu jadi penyemangat setiap orang? kemana kamu yang selalu menghentikan air mata ini? kemana kamu yang selalu membuat senyum disetiap hari-hariku? dan kemana kamu yang selalu mencintai setiap orang yang berada di dekatmu?

Air mata ini bukti aku merindukanmu.
with love,
ginarahmasari

Jumat, 29 Maret 2013

bye!

Okay, I'll move on, but don't dare miss me when I'm gone..

Melupakanmu terus terbayang-bayang difikiranku. Aku lelah untuk terus menunggu begitu lama. aku lelah untuk terus berpura-pura tidak mempedulikanmu, yang aku butuh sekarang, aku yang benar-benar tidak lagi mempedulikan sedikitpun tentang dirimu.

Aku memang sempat merindukanmu, bahkan sering merindukanmu dalam setiap langkah, doa dan semua benda langit yang biasa selalu mengantarkan tapi, just because I miss you, doesn't mean I need you back in my life. Missing is just a part of Moving on.

Six letters, two words, easy to say, hard to explain, harder to do: Move On. I must move, I have to go.
Menunggumu kembali,sama seperti aku mengharapkan sesuatu yang aku tau tak mungkin terjadi.
Kita yang merencanakan, dan Tuhan yang menentukan.

Sama seperti biasanya, aku ingin bahagia. aku ingin pergi. Bersama kamu aku belajar banyak tentang cinta, belajar untuk mencintai tanpa mengharapkan, belajar untuk bisa menunggu dengan lama, bahkan terlalu lama. Dan sekarang aku belajar bagaimana caranya mengikhlaskan.

Selamat tinggal, bintang, bulan, panda, kenangan, cinta, dan anything 'bout you,Sampai ketemu nanti, jika memang kita ditakdirkan untuk bertemu.

Bye and thanks!

Sabtu, 23 Maret 2013

bintang yang indah, nite 23 :)

Haruskah kasih sayang mengorbankan penantian yang panjang?

Hai Maret yang selalu kutunggu kedatangannya dari 2tahun kebelakangan ini. Dan Halo kamu, yang begitu jahat membuat goresan baru dihatiku, Tanpa memikirkan perasaanku sedikitpun. Hallo 23! Tanggal yg cukup sangat penting&berkesan buat aku, namun belum tentu penting buat kamu, iya kan? meski kali ini aku tidak bersamamu, sama seperti tahun lalu. Tulisan ini, Sebagai pengingat bahwa dulu kita pernah saling 'mencintai' dan pernah jadi satu..

Tanggal ini berbeda dengan sebelumnya. Kali ini aku tak ingin menyebut namamu dalam doa di hari ini, tidak ingin mengingat kenangan yg pernah kita lalui 2tahun kebelakangan ini. Sungguh, aku benar-benar sangat membencimu, membenci aroma bajumu, membenci tawamu yang sangat mengganggu, membenci omongan kasarmu tanpa saringan, benci ungkapan cinta darimu dan benci saat kamu bermainkan basket, huh memang, so ganteng.

Bisakah gadis kecil seperti aku melawan kehendak Tuhan? bisakah wanita yang begitu menyayangimu bisa melawan keputusanmu? Aku tidak sekuat itu.. Perpisahan kita, yang terjadi tanpa dugaanku sebelumnya, tiba-tiba saja hadir, betapa aku menyesal&bencinya akan tanggal 15, the worst date I've ever felt. Tapi itu dulu, sekarang aku sangat beruntung dengan tanggal 15. Aku sangat beruntung dengan perpisahan. Aku sangat beruntung benar-benar jauh dari kamu, pria yang tak pernah kenal kata terimakasih.

Memang, Kamu gigih dan kamu selalu berjuang untuk yang ingin kamu harapkan, tapi entah mengapa kamu tidak mengharapkanku? Apa aku tak layak untuk diperjuangkan? Sudahlah, harusnya aku lupakan ini semua! Semua sudah lewat dan akhirnya kisah cinta kita bukan menjadi hal yang harus kusesali. Dan, aku memang sudah melupakanmu.

Pemain basket yang selalu menjadi moodbreaker, yang dengan mudahnya berubah dalam hitungan detik, bahkan satu kedipan mata, memangnya kamu fikir itu lucu?

Kali ini, logikaku terus mencoba mengajak bicara hatiku dan meyakinkannya. tapi semua tak bisa dipungkiri, hati selalu menang, dan kali-kali logika yang mengalah. Logika selalu mengatakan yang terbaik untukku; "Kamu memang harus membencinya" jauh berbeda dengan hati, hati mengatakan apa yang aku rasakan selama ini; "Kamu memang mencintainya, dan terus menunggunya!" Lagi-lagi logika yang selalu mengalah.

2tahun sudah berlalu, 'seharusnya' aku sudah melupakanmu, seharusnya aku sudah benar-benar membencimu layak nya yang aku katakan. Tapi entah Tuhan yang ingin aku bersamamu, atau Tuhan menguji seberapa bertahannya aku akan kamu.

23Maret2011 memang sudah terlewat. Aku juga sudah berubah, kamu juga sudah pasti berubah. Kenangan kita, hari-hari kita, segala yang terjadi di antara kita pasti sudah berubah, tak akan seperti dulu. Kamu mungkin sudah melupakanku, melupakan setiap detail diriku yang pernah kuperlihatkan padamu. Segalanya pasti sudah berubah. Tapi, kenangan tetap sama, meskipun orang-orang yang mengingatnya tak lagi sama. Dan aku yang masih sama, masih mencintaimu.

Hari ini, Matahari berada pada titik puncaknya dan menyinarkan dengan terik tanpa menyakitkan, Bintang bertebaran di angkasa sambil menari-menari menunjukan keindahannya ke umat manusia, Bulan tersenyum dengan cahaya yang menembus ke setiap jendela menemani tidur kita yang lelap. Semua ini terasa dengan cepat, kamu pun pergi dengan cepat. Selamat tanggal 23, Dol.

Kamu ada, dan bakal selalu ada. Disini, dihati.

Jumat, 15 Maret 2013

1 years ago.

"Kenangannya tetap sama, cuman kita yang punya cara berbeda untuk mengingatnya"

Malam, 15. Aku merebahkan badanku diatas kasur sambil menatapi tanggal yang aku silang dengan spidol merah. Tidak asing, tanggal yang selalu aku benci kehadirannya. 1 tahun sudah terlewati, Hari ini datang. Tanggal yang tak pernah aku tunggu, tapi tetap datang.

Siang tadi aku memutuskan untuk kembali mengingat kenangan yang kita rajut 2tahun kebelakangan ini. 1 tahun tepat kita berpisah, tapi tak berarti aku benar-benar melupakanmu....

Aku duduk sambil menatap bangunan dimana kita rajut kenangan kita, aku benar-benar merindukan semuanya disini...

Pertanda apa ini, Pertemuan yang tak aku duga, hadir tanpa sengaja walau berlangsung hanya dalam hitungan detik. Tuhan yang memang menunjukan jalan yang sesungguhnya, ataukah Tuhan yang ingin memberi sinyal, bahwa dia memang bahagia sekarang. 15 terindah yang pernah aku rasakan, A beautiful Surprise from you, God.

1tahun kamu pergi, dan beberapa bulan ini kamu bahagia, aku menyadari. Aku hanya duduk sendiri disini sambil menunggu kamu yang tak mungkin kembali, untuk kembali menemaniku disini.

1 tahun sudah terlewati, tanpa kamu. Aku tau, kamu bahagia sekarang, Dan aku mengerti, 11bulan yang kita rajut hanyalah lelucon semata untukmu. Aku tak berarti banyak untuk kehidupanmu dulu, walau kamu selalu berarti dalam hidupku hingga detik ini.

Aku mencoba untuk menghapus kenangan, untuk meniadakan cerita kita, kisah yang pernah kita rakit bersama. Dan aku akan mencoba melupakan kamu, yang selalu kusebut disetiap doa dan langkahku.

Kamu tak tergantikan, hingga saat ini. Aku mencintaimu. Happy 1 years without me, berbahagialah!

With love,
Gina Rahmasari.

Rabu, 06 Maret 2013

Mengapa harus kamu?


"semua yang terlanjur itu rumit"
  
Aku masih mengingat sebuah naskah yang aku buat beberapa hari yang lalu, bella dan erfan, cerita itu selalu mengguncangkan perutku dan merubah warna pipiku. Aku malu.

Aku menelusuri lorong-lorong kelas dengan headset yang menempel, sambil mengingat sosoknya dengan iringan lagu sendu yang menghantarkan arahku. Pagi ini tak jauh beda, lelah. hanya itu yang aku rasakan.  Lelah? banyak lelah yang aku maksud, lelah akan rutinitas, lelah akan pertemanan yang sangat rumit, lelah akan menanti dan lelah akan kamu.

Mengapa semua yang berkaitan dengan 'terlanjur' itu rumit? Mengapa semua yang  berkaitan dengan kamu itu sakit? Aku hanya pelajar yang berniat menunjung tinggi cita-cita. tapi aku juga seorang pelajar yang beranjak remaja, mulai mengenal cinta, amarah, benci, bahkan masalah yang sedikit demi sedikit sudah terlihat dari kejauhan.

Aku benci akan masa lalu yang dengan mudah menghancurkan jalan di masa depanku. Tapi aku beruntung pernah ada di masa lalu, karena aku kian belajar akan kesakitan. Aku benci akan kamu, yang dengan mudah menghapus masa laluku. Tapi aku beruntung mengenal kamu, yang dengan sejuta caramu membuat aku mengerti mencintai tanpa berharap. Aku benci dengan segalanya terjadi tanpa rencana, aku benci akan kertelanjuran.

 Terlanjur mencintai, cinta? yang aku tau hanya tersakiti dan menyakiti, walau terkadang ada bumbu pemanis di tengahnya.  Itulah yang aku rasakan, perasaan yang aku anggap hanya sekedar lelucon semata, semakin membuat aku yakin, kamulah orangnya.

Kamu yang dengan mudah datang, tanpa harapan dan tanpa kasih sayang. tapi kamu memiliki sejuta cara membuatku dengan mudahnya melupakan segalanya.

Terlanjur, itu rumit. Aku yang terlanjur jatuh hati padamu. 
Trust me, I'm fallin' in love w you.


With love,
Gina Rahmasari

Jumat, 01 Maret 2013

Halo March♥

Bulan tak menampakan tubuhnya, hanya memancarkan sinarnya. Bintang tak menampakan tubuhnya, juga tak memancarkan sinarnya. Dan kamu sudah lama tak menampakan tubuhmu, dan tidak memancarkan sinarmu.

Tahun demi tahun pun berlalu, 2tahun yang kurindukan pun semakin cepat berlalu, Awal yang buruk saat itu, kamu yang sedang berada di titik puncak amarah dan kejenuhanmu saat ini. Dan 1 tahun pun berlalu, kamu yang memberikan sinyal terakhirmu sebelum pergi meninggalkanku, kamu yang selalu bisa mencintaiku dengan setulus hatimu.

Kamu yang sudah lama pergi pun mulai tergantikan. Sadarkah? Kamu yang hari demi hari terus menyakiti tanpa terlihat jelas, tapi aku selalu tau maksudmu. Kamu tau? Aku sudah melupakanmu, tidak berharap akanmu, tapi bukan berarti aku berhenti menunggu akan janjimu......

Hay, Bulan yang selalu aku tunggu. Disaat bintang selalu bersinar terang tanpa absen, dan bulan yang mempunyai cahaya indah di hari tertentu, dan keindahan hati yang tak pernah teriris. Bulan yang selalu kita dambakan kehadirannya, bulan yang selalu membuat aku gelisah akan apa yang terjadi. semua yang tak pernah aku harapkan ternyata terjadi tahun lalu. perpisahan itu menyakitikan, dimana ada duka pasti disitu ada suka, dimana ada air mata pasti disitu ada tawa. Dan inilah yang aku harapkan.

2011 yang indah, 2011 yang tak pernah terlupakan. 2012 yang buruk, 2012 yang selalu ingin dilupakan. Dan aku hanya berharap bulan maret yang indah di tahun ini menjadi keindahan untuk seterusnya, untuk kamu yang aku tunggu........

too busy to waiting, but i still hoping.
Gina Rahmasari